Gue masih inget waktu itu gue dianter Kakak paling tua yang menyerep jadi Ibu gue. Gue liat bocah bocah yang nasibnya sama dengan gue, mereka memeluk erat tangan ibunya . Mungkin mereka termasuk gue sama "masih malu". Secara kami masih sangat kecil imut dan unyu ,kira kira enam tahunan. Mungkin waktu itu diantara kami yang masuk SD ada yang masih ngompol, tak terkecuali Aripin. Ya Aripin sudah mati sebelum perang, bel masuk belum berbunyi dia sudah ngompol sambil memeluk ibunya. Seketika membuat semua orang melihat kekonyolan yang bukan nya malu malah tertawa. Semuanya pun tertawa melihatnya terkecuali ibunya yang mukanya memerah delima.
"Nyeriinngg Nyeriinngg" Bel masuk berbunyi saatnya berlomba lomba merebutkan meja terdepan. Saat itu gue yang gesit irit beruntung dapat meja terdepan, gue duduk sendirian sedangkan kursi sebelah masih kosong. Gue masih nunggu siapa yang akan duduk di kursi samping, setelah semua sudah duduk datang anak cewek yang ceria berjalan menghampiri kursi kosong sebelah gue.

0 komentar:
Posting Komentar